INGINKAN MAKLUMAT LANJUT KLIK DISINI

IKLAN

_________________________________________________________________________
TINGKATKAN KELAKIAN ANDA DENGAN MINYAK LINTAH JAGUH KANDA


Memaparkan catatan dengan label sejarah lintah. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label sejarah lintah. Papar semua catatan

Jumaat, 1 Ogos 2008

Asal-Usul Lintah

Sedar tak sedar dah hampir setahun rupanya aku telah terlibat dalam industri ternakan lintah. Berbagai cabaran dan dugaan telah ditempuh. Perit juga rasanya terutama pada peringkat 4 bulan yang pertama dulu. Namun begitu apalah sangat keperitan yang aku lalui jika dibandingkan dengan Nabi Ayub a.s. Seorang manusia yang begitu sabar dan taat kepada Allah Ta'ala atas segala ujian dan dugaan yang dijatuhkan keatasnya. Diuji dengan berbagai musibah dan menderita menanggung penyakit kulit yang begitu menyiksakan selama 18 tahun serta tabah menghadapinya adalah sesuatu yang amat hebat sekali.

Apa pula kaitan kisah Nabi Ayub dengan lintah? Rupanya asal kejadian lintah timbul dari kisah penderitaan penyakit kulit yang dihadapi oleh Nabi Ayub a.s. Asal usul lintah ini boleh dibaca dalam sirah iaitu kisah Nabi Ayub yang badannya habis dimakan oleh ulat kecuali lidah dan hatinya. Nabi Ayub berdoa kepada Allah supaya hati dan lidahnya tidak dimakan oleh ulat tersebut kerana baginda takut tidak dapat beribadat kepada Allah s.w.t


“...dan sesungguhnya Nabi Ayub a.s. merasa susah, kalau hati dan lidahnya dimakan ulat, kerana dia selalu sibuk bertafakkur dan berzikir kepada Allah ta'ala. kalau keduanya dimakan, maka dia tidak dapat lagi untuk bertafakkur dan berdzikir kepada-nya. lalu allah ta'ala menjatuhkan kedua ulat itu dari diri nabi ayub a.s. maka yang satu jatuh di air, kelak menjadi lintah yang dapat menyebabkan orang sakit kekurangan (mengeluarkan) darah (kotor), dan yang satu lagi jatuh di darat yang kelak menjadi lebah, yang mengeluarkan madu yang mengandungi ubat untuk manusia....”
Ikuti sirah lengkap di: http://www.geocities.com/kisahkisahteladan/kisahnabiayuub.html

Begitulah kisahnya bagaimana kedua-dua makhluk ciptaan Allah s.w.t ini ada hubung-kaitnya dengan kehidupan manusia di alam ini.

Rabu, 9 April 2008

Belut Makanan Lintah?


Salam pertemuan buat pengunjung Warisan AR. Kali ini aku ingin mengajak anda untuk merenung sejenak dan membincangkan perihal 'belut'. Kenapa? Mengapa? Apahal pulak? Apa yang dah berlaku? Sebenarnya, aku sendiripun tak pasti. Mari kita berfikir sejenak.

Siapa yang mengatakan belut merupakan sumber makanan kepada lintah? Betulkah hanya belut makanan lintah? Di tempat asal lintah, belutkah makanan utama lintah? Cuba kita fikirkan.

Inilah persoalan yang sering bermain dalam kotak fikiranku setiap kali aku menyajikan belut sebagai santapan 'istimewa' kepada lintah peliharaan aku. Berapa banyak darah yang ada pada belut untuk membolehkan lintah ternakan aku kenyang dan membesar. Dengan jumlah lintah yang ribu-raban dalam kolam ternakan aku ni berapa ekor belut yang mesti aku korbankan? Berapa banyak pula belanja yang mesti aku keluarkan untuk membesarkan lintah ternakan aku?

Inilah persoalan yang membelenggu fikiran aku sejak memulakan usaha penternakan lintah. Jawapan yang sering berlegar dalam ruang pemikiranku selalunya menidakkannya. Tidak mungkin belut yang menjadi sumber makanan utama kepada lintah. Lintah memang suka kepada darah. Itu yang pasti. Lintah akan menghisap darah dari sebarang benda hidup yang mempunyai darah. Tidak kiralah lembu, kerbau, belut, ikan ataupun manusia sendiri. Jika berpeluang pasti tidak akan dilepaskannya. Alah...macam lintah darat tu....

Oleh itu pasti ada sumber lain yang menjadi makanan utama sang lintah ni. Pikir-pikirkanlah...

Khamis, 3 April 2008

MUKJIZAT EMBRIOLOGI DI DALAM AL-QUR’AN

MUKJIZAT EMBRIOLOGI

DI DALAM AL-QUR’AN

DAN HUBUNGKAIT DENGAN LINTAH

Allohu Akbar… Maha Besar Alloh, yang telah menciptakan manusia dengan bentuknya yang sempurna, kemudian Alloh anugerahkan mereka dengan kecerdasan dan otak supaya mereka ini mau berpikir akan ciptaan Alloh. Alloh Ta’ala berfirman :

وَفِيْ الأَرْضِ ءَايَاتٌ لِلْمُوْقِنِيْنَ وَفِيْ أَنْفُسِكُمْ أَفَلاَ تُبْصِرُوْنَ

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS Adz-Dzaariyat : 20-21)

Al-Imam ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menjelaskan ayat di atas :

Alloh Ta’ala berfirman menyeru hamba-hamba-Nya untuk bertafakkur (berfikir) dan mengambil i’tibar (pelajaran) : “Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin” yang mencakup bumi itu sendiri dan apa-apa yang ada padanya seperti pegunungan, lautan, sungai, pepohonan dan tetumbuhan, yang menunjukkan orang yang memikirkannya dan merenungkan maknanya, akan keagungan pencipta-Nya, kekuasannya-Nya yang maha luas, kebaikan-Nya yang umum mencakup semuanya dan ilmu-Nya yang mencakup zhahir dan bathin. Demikian pula, bahwa di dalam diri seorang hamba itu ada pelajaran, hikmah dan rahmat yang menunjukkan bahwa Alloh itu maha tunggal al-Ahad…” [Taysir Karimir Rahman, tafsir surat adz-Dzariyat, juz 29, hal. 809).

Manusia zaman dahulu tidak mengetahui bahwa mereka mengalami perkembangan di dalam perut (uterus ibnu mereka) hingga akhirnya sains modern menguaknya. Ilustrasi pertama yang diketahui tentang sebuah janin digambar oleh Leonardo Da Vinci pada abad ke-15. Pada abad ke-2 Masehi, Galen menggambarkan Plasenta dan membran fetal di bukunya yang berjudul ‘On the Formation of the Fetus’. Mungkin, karena inilah para dokter pada abad ke-7 M kemungkinan besar telah mengetahui bahwa embrio manusia berkembang di dalam uterus, namun tetap saja tidak mungkin mereka mengetahui bahwa embrio tersebut berkembang secara bertahap, walaupun Aristoteles telah menggambarkan tahap-tahap perkembangan embrio ayam pada abad ke-4 sebelum masehi. Pemahaman bahwa embrio manusia berkembang secara bertahap tidak dibahas dan diilustrasikan sampai abad ke-15.

Baru setelah Mikroskop ditemukan pada abad ke-17 oleh Leueewenhoek, deskripsi tentang embrio ayam dibuat, namun pengetahuan akan perkembangan embriologi manusia tidaklah diketahui secara mendetail melainkan setelah abad ke-20 setelah Streeter (1941) mengembangkan sistem pertama kali tentang tahap perkembangan embrio yang kemudian digantikan oleh sistem yang lebih akurat yang dikemukakan oleh O’Rahilly (1972).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah menjelaskan perkembangan embrio ini secara mendetail 14 abad yang lalu, dimana pada zaman itu mikroskop, USG dan semisalnya belum ditemukan. Alloh Ta’ala berfirman :

يَخْلُقُكُمْ فِيْ بُطُوْنِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْضِ خَلْقٍ فِيْ ظُلُمَاتٍ ثَلاَثٍ

Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.” (QS az-Zumar : 6)

Syaikh Ibnu Sa’di rahimahullahu menjelaskan penafsiran ayat ini : “yaitu Alloh menciptakan kalian thur ba’da thur (tahap demi tahap bentuknya), dan kalian dalam keadaan dimana tidak ada tangan satu makhlukpun memegang kalian dan mata melihat kalian, dan Dia-lah Alloh yang memelihara kalian di dalam tempat yang sempit tersebut (perut ibu, uterus), “dalam tiga kegelapan” yaitu kegelapan perut [zhulmatul Bathni], kegelapan rahim [zhulmatur rahmi] kemudian kegelapan tembuni/ari-ari [zhulmatu masyimah].

Sains modern menjelaskan bahwa tahapan perkembangan embrio di dalam uterus memang terjadi secara bertahap, bentuk demi bentuk. Dan sains modern menjelaskan bahwa janin manusia berada pada tiga lapisan, yaitu :

  1. Dinding anterior abdomen

  2. Dinding uterus

  3. Membran Amniochorionic (lihat Gambar 1)

gambar1.jpg

(Gambar 1. Gambar irisan sagital dari abdomen dan pelvis (tulang kelamin) wanita menunjukkan janin di dalam uterus. Tiga kegelapan tersebut adalah : (1) Dinding anterior abdomen, (2) Dinding uterus, dan (3) Membran Amniochorionic.)

Penafsiran di atas tidak menyelisihi penjelasan sains modern, dimana “tiga kegelapan” tersebut yang dijelaskan oleh Syaikh as-Sa’di adalah sama dengan yang disebutkan di dalam sains modern.

Zhulmatul Bathni (kegelapan perut) bisa diinterpretasikan sama dengan dinding anterior abdomen. Karena bathnun sama dengan abdomen. Zhulmatur rahmi (kegelapan rahim) sama dengan dinding uterus, karena rahim yang dimaksud adalah uterus. Zhulmatul Masyimah (kegelapan tembuni) identik dengan membran amnichorionic.

Alloh Ta’ala berfirman :

ثُمَّ جَعَلْنَا نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (QS Al-Mu’minun : 13)

Syaikh as-Sa’di rahimahullahu berkata : “Nuthfah adalah sesuatu yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan kemudian menetap di “tempat yang kokoh” yaitu rahim, yang memeliharanya dari rusak, cedera dan selainnya.”

Sesuatu yang keluar dari sulbi laki-laki adalah spermatozoa dan yang keluar dari wanita adalah ovum. Lantas keduanya bercampur sebagaimana dalam firman Alloh Ta’ala :

إِنَّا خَلَقْنَا الإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَطٍ أَمْشَاجٍ

Sesungguhnya kami menciptakan manusia dari tetesan air yang bercampur.” (QS Al-Insan : 2)

Campuran keduanya ini membentuk zigot yang membelah diri membentuk blastocyst yang tertanam secara kuat di uterus (tempat yang kokoh). (Gambar 2)

gambar2.jpg

Gambar 2 : Blastocyst yang tertanam dalam uterus

Kemudian Alloh Ta’ala berfirman :

ثُمَّ خَلَقْنَا النُطْفَةَ عَلَقَةً

Kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqoh” (QS Al-Mu’minun : 14)

Kata ‘Alaqoh dari sisi bahasa Arab bermakna 3, yaitu :

  1. Bermakna lintah.

  2. Bermakna sesuatu yang tergantung.

  3. Bermakna segumpal darah.

Dan maha suci Alloh, ternyata tiga makna yang terkandung di dalam kata ’Alaqoh ini tidak ada yang menyelisihi fakta saintifik modern sedikitpun.

Alaqoh bermakna sebagai lintah, Ini adalah deskripsi yang tepat bagi embrio manusia sejak berusia 1-24 hari ketika menempel di endometrium pada uterus, serupa sebagaimana ‘lintah’ menempel di kulit. Serupa pula dengan ‘lintah’ yang memperoleh darah dari inangnya, embrio manusia juga memperoleh darah dari “endometrium deciduas” saat hamil. Hal ini sangat luar biasa bagaimana embrio yang berumur 23-24 hari bisa menyerupai seekor lintah (Gambar 3). Selama mikroskop dan lensa belum ditemukan pada abad ke-7, para dokter tidak akan tahu bahwa embrio manusia memiliki penampakan seperti lintah.

Ketika membandingkan lintah air tawar dengan embrio pada tahap ‘alaqoh, Profesor Moore, seorang profesor Emeritus ahi anatomi dan embriologi dari Universitas Toronto Kanada, menemukan kesamaan yang banyak pada keduanya. Beliau berkesimpulan bahwa embrio selama tahap ‘alaqoh memiliki penampakan yang sangat mirip dengan lintah. Profesor Moore lantas menempatkan sebuah gambar embrio dan lintah bersebelahan (Gambar 3).

gambar3.jpg

Gambar 3 : Atas, sebuah gambar dari lintah. Bawah, sebuah gambar dari embrio berusia 24 hari. Perhatikan penampakan seperti lintah pada embrio manusia dalam tahap ini.

Arti kedua, ‘alaqoh adalah ‘sesuatu yang tergantung’, dan hal ini adalah apa yang dapat kita lihat pada penempelan embrio di uterus/rahim selama tahap ‘alaqoh. Dan ini adalah suatu fakta ilmiah.

Arti ketiga adalah ‘segumpal darah’. Hal ini signifikan untuk mengamati sebagaimana pernyataan Profesor Moore, bahwa embrio selama tahap ‘alaqoh mengalami peristiwa internal yang sudah dikenal, seperti pembentukan darah pada pembuluh tertutup, sampai siklus metabolisme selesai di plasenta. Selama tahap ‘alaqoh, darah ditangkap di dalam pembuluh tertutup dan inilah alasan mengapa embrio memiliki penampakan seperti gumpalan darah. Ketiga deskripsi tersebut secara mengagumkan disodorkan oleh satu kata ‘alaqoh dalam Qur’an. Maha suci Alloh.

Alloh Ta’ala berfirman :

ثُمَّ خَلَقْنَا العَلَقَةً مُضْغَةً

Kemudian ‘alaqoh itu kami jadikan mudhghoh” (QS Al-Mu’minun : 14)

Kata Mudghah bisa bermakna “segumpal daging” dan bisa juga bermakna “sesuatu yang dikunyah”. Akhir minggu ke empat, embrio manusia tampak seperti gumpalan daging atau sesuatu yang dikunyah (gambar 4). Penampakan seperti bekas kunyahan menunjukkan somit yang menyerupai tanda gigi. Somit merepresentasikan permulaan primordia dari vertebrae (bakal tulang belakang)

gambar4.jpg

Gambar 4. Kiri, model plastik embrio manusia yang memiliki penampakan gumpalan daging. Kanan, sebuah gambar embrio berusia 28 hari yang menunjukkan beberapa somit seperti manik-manik yang menyerupai tanda gigi pada pada model yang ditunjukkan di kiri.

Allah Ta’ala berfirman :

فَخَلَقْنَا المُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا العِظَامَ لحَمْاً

Kemudian kami jadikan mudghoh itu ‘idhoman (tulang belulang), lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan lahma (daging/otot)” (QS Al-Mu’minun : 14)

Ayat di atas mengindikasikan bahwa setelah tahap mudhghoh, tulang belulang dan otot terbentuk. Hal ini sesuai dengan perkembangan embriologi. Pertama tulang terbentuk sebagai model kartilago (tulang rawan) dan otot (daging) berkembang menyelimutinya dari mesodermal somatik.

Allah Ta’ala berfirman :

ثُمَّ أَنْشَأْنَاُه خَلْقًا ءَاخَرَ

Kemudian kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain” (QS Al-Mu’minun : 14)

Ayat di atas mengimplikasikan bahwa tulang dan otot menghasilkan bentukan/formasi makhluk dengan bentuk yang lain. Hal ini bisa mengacu pada manusia yang masih berupa embrio yang terbentuk di akhir minggu ke delapan. Pada tahap ini, embrio memiliki karekteristik khusus dan memiliki primordia (bakal) seluruh organ dan bagian-bagiannya baik internal maupun eksternal. Setelah minggu ke delapan, embrio ini disebut fetus. Hal ini menjadikannya sebagai makhluk yang baru yang berbentuk lain. Maha Suci Alloh, Pencipta yang paling baik.

Allah Ta’ala berfirman :

وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ

dan Ia menjadikan bagimu pendengaran, pengelihatan dan pemahaman (hati)” (QS an-Nahl : 78)

Ayat di atas mengindikasikan bahwa indera khusus seperti pendengaran, pengelihatan dan peraba berkembang pada tahap ini, adalah benar. Primordia (bakal) telinga internal nampak sebelum permulaan perkembangan mata, dan otak (tempatnya pemahaman) berdiferensiasi terakhir kali.

Allah Ta’ala berfirman :

ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِمُخَلَّقَةٍ

Kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna” (QS Al-Hajj : 5)

Penggalan ayat di atas mengindikasikan bahwa embrio tersusun atas jaringan yang berdiferensiasi (sempurna kejadiannya) dan jaringan yang tak berdiferensiasi (tidak sempurna). Sebagai contoh, ketika tulang kartilago (rawan) berdiferensiasi, jaringan ikat embrio atau mesenkim yang menyelubunginya tak berdifirensiasi. Ia akan berdiferensiasi kemudian menjadi otot dan ligamen yang menempel di tulang. Dan ini adalah suatu fakta ilmiah yang tak terbantahkan.

Allah Ta’ala berfirman :

لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِيْ الأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى

Agar kami jelaskan kepadamu dan kami tetapkan di dalam rahim (uterus), apa yang kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan” (QS Al-Hajj : 5)

Penggalan ayat di atas menyatakan bahwa Alloh telah menetapkan dan menentukan embrio di dalam uterus sampai masa penuhnya (kehamilan 9 bulan). Hal ini juga diketahui secara jelas bahwa banyak embrio gagal berkembang selama bulan pertama perkembangannya, dan hanya sekitar 30% zigot yang terbentuk, berkembang menjadi fetus yang selamat hingga kelahiran.

Di dalam buku “Developing Human”, DR. Moore menyatakan bahwa klasifikasi modern tentang tahap perkembangan embrionik, yang telah diadopsi hampir di seluruh dunia, adalah pengkasifikasian yang terlalu rumit dan tidak komprehensif. Klasifikasi modern di atas tidak memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai tahapan perkembangan embrionik secara mudah dan jelas, karena tahap-tahap tersebut berdasarkan bentuk numerik, yaitu, tahap 1, tahap 2, tahap 3, dst. Pembelahan yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an tidaklah bergantung pada sistem numerik. Lebih jauh, klasifikasi perkembangan embrio yang terdapat di al-Qur’an berdasarkan pada pengidentifikasian bentuk (morfologi) dan ukuran yang lebih akurat, mudah difahami dan jelas.

Al-Qur’an mengeidentifikasikan tahapan perkembangan prenatal sebagai berikut:

  • Nuthfah, yang berarti “setetes” atau “sejumlah kecil air”

  • Alaqoh yang berarti “struktur seperti lintah”, “segumpal daging” atau “sesuatu yang tergantung”.

  • Mudghah yang berarti “struktur bekas kunyahan” atau “segumpal daging”

  • Idhaam yang berarti “tulang” atau “rangka”

  • Kisaa al-‘Idham bil laham, yang bermakna membungkus tulang dengan daging atau otot.

  • An-Nasy’a yang berarti “formasi/pembentukan fetus yang sudah jelas”

Prof Moore telah menjelaskan bahwa pembelahan versi Qur’an ini benar-benar berdasarkan pada fase yang berbeda pada perkembangan prenatal. Beliau telah menggarisbawahi bahwa deskripsi saintifis yang elegan ini lebih komprehensif dan praktis. Dan seharusnya para saintis modern menjadikan dasar klasifikasi perkembangan embriologi di dalam Al-Qur’an ini sebagai dasar klasifikasi yang dipegang, karena lebih mudah difahami, akurat dan saintifis.

Dari paparan di atas, apakah mungkin Al-Qur’an yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam ini adalah kitab suci yang diada-adakan oleh beliau sebagaimana tuduhan kaum kuffar dan atheis? Bagi orang-orang yang mempergunakan akal sehatnya tentu akan mengatakan, “Maha Suci Alloh, sesungguhnya ini semua berasal dari sisi-Mu.”

Artikel ini aku petik dari abusalma.wordpress.com.

Khamis, 7 Februari 2008

Lintah dan Pacat Di Malaysia

Lintah dan pacat

Filum : Annelida
Kelas : Hirudinea

Ciri – Ciri :-
- Lintah hidup di dalam air, manakala pacat hidup di daratan
- Badan nya terdiri dari 34 segmen badan
- Lintah mempunyai mulut serta organ pelekap iaitu penghisap anterior dan penghisap posterior
- Lintah dan pacat ádalah haiwan ektoparasit iaitu parasit di luar perumah
- Ia ádalah pemangsa yang khusus kerana ia melekat pada perumah nya
untuk tempoh masa yang sebentar sahaja bagi mendapat kan darah
- Lintah dan pacat boleh menghisap darah sebanyak 3 kali ganda berat badan nya
- Selepas mengambil darah, ia akan menanggalkan diri nya dari perumah,
lalu jatuh dan mula mencari pasangan
- Darah perumah tempat gigitan sentiasa mengalir keluar pada bekas gigitan nya untuk beberapa ketika,
selalu nya 3 jam
- semasa ia menghisap darah, lintah akan mengeluarkan “Hirudin” dari kelenjar liur nya
- Hirudin akan menghalang darah dari membeku
- Dari sini lah Lintah dan Pacat dikelaskan dalam Kelas Hirudinea
- Selepas makan darah dengan secukup nya, ia boleh hidup untuk beberapa bulan malahan 1 tahun
tanpa mendapat kan darah lagi
- Lintah dan pacat adalah haiwan hermaphrodile ataupun kedi. 1 individu boleh mempunyai kedua-dua organ
jantan dan organ betina, dan ia bertelur di dalam air
- Induk membawa anak dari telur di dalam kantung yang terbentuk melalui lipatan permukaan bawah badan nya
- Kadang kala, anak nya melekat dibawah cuaran di bawah badan induk

Lintah dan pacat di Malaysia terbahagi kepada 2 kumpulan :-

1) Rhyncobdella
- mempunyai organ mencucuk atau belalai pada mulut seperti jarum

2) Arhyncobdella
- mempunyai rahang dan gigi



Spesies - Spesies Lintah Di Malaysia

Batracobdella reticulata
- berukuran 5 mm
- memindah kan parasit darah yang ditemui pada haiwan liar
- tidak memparasitkan haiwan invertebrata tapi membunuh mereka terus
- boleh digunakan dalam kawalan biologi pada siput

Lintah Hirudinaria manillensis
- ditemui di paya, sungai dan bendang
- menghisap darah kerbau dan kadang kala manusia dan buaya
- dipanggil “lintah kerbau”

Pacat Haemadipsa sp.
- lebih kecil dari lintah kerbau
- tinggal di kawasan lembap
- menyorok di celah tanah apabila kering
- keluar untuk menghisap darah haiwan berdarah panas
- bergerak secara menjengkal kan badan nya
- menghisap darah mamalia, kadangkala burung dan haiwan berdarah sejuk (reptilia)

4 spesies Haemadipsa sp. di Malaysia

Haemadipsa zeulanica
Haemadipsa subagilis
Haemadipsa sylvestris (berwarna hijau – “pacat siamang“ )
Haemadipsa picta

- adalah perosak haiwan domestik
- menyebabkan kehilangan darah dan jangkitan sekunder
- menjangkitkan penyakit berjangkit

Rabu, 6 Februari 2008

Bloodsuckers hit the medical comeback trail

Leeches, c/o Biopharm
Leeches worm their way back into doctors' affections

Leeches - the fleshy bloodsucking worms associated with the historic world of medicine - are making a comeback - even if the yuk factor means they often have to be hidden from public gaze.

A leech farm in Wales sells 15,000 leeches a year to the NHS, according to London medical student Robert Weinkove, who has written a history of the worm for the Student British Medical Journal.

Biopharm, a leech farm in Swansea, exports another 15,000 a year around the world.

Leeches were widely used up until this century for many medical conditions, including tonsillitis and piles.

"They went too far, overusing them and using them in the wrong way with little benefit, " said Mr Weinkove, a fifth-year medical student at the United Medical and Dental Schools of Guy's and St Thomas' Hospitals in London.

A few doctors were still using leeches in the 1930s and 40s, mainly on stroke patients, but their use died out until the 1960s when interest in the creature was reignited.

But it is only in the last 10 to 15 years that they have really caught on and their use has taken off in the last five years.

Image problem

Mr Weinkove believes it has taken so long for them to come back because they have an image problem.

Blood bag
People donate blood for medicinal purposes; leeches take it away...
"Doctors have been reluctant to use them because of their image, but now it has been proven that they can be useful in certain cases," he said.

Leeches are particularly useful in plastic surgery, such as breast reconstruction and where a part of the body has become severed and had to be sewn back on.

Sometimes, the patient's veins are too weak to take the blood away from the body part and the blood builds up, causing "venous congestion".

Attaching leeches to the body can draw the blood away gradually and painlessly since leech saliva contains an anaesthetic.

This allows the re-attached body part to survive until the veins are strong enough to work normally. One man who cut off his penis had to have leeches attached to drain the blood.

Swollen

The leeches suck the blood until they become totally engorged. They can take in up to 10 times their bodyweight in blood. When they are full they fall off and can be replaced with another leech.

A patient may need up to 30 leeches to drain blood away.

Mr Weinkove says most patients are willing to have leeches on their bodies if it is a choice between leeches, more operations or losing a part of the body.

He says children often give them names. But their family and friends are not so keen to see the creatures at work.

This has led some doctors to hide the leeches, using dressings. Another consideration is to ensure the leech feeds on the right part of the body.

'Dinner plate'

Doctors in Philidelphia have developed a plastic shield to hide the leech and keep it in place.

It involves a dinner plate-like object with a hole in it. This is used on severed fingers. The patient's arm is covered in plaster of paris to keep it raised in the air so the blood can be drained.

The dinner plate is put on top and the leech is attached and covered in fabric. One of the doctors involved is called Dr Callegari, conjuring up images of the famous German film.

Most hospitals in the UK which use leeches do not keep them on site when there is no specific need for them.

There are a handful of pharmacies up and down the country which have storage room for them. They can send leeches over to hospitals on request.

Leech saliva also has medicinal uses of its own. It prevents clotting and is being used in several new drugs, for example, to treat patients who have had a stroke, often due to blood clots in the brain.

A new one, hirudin, is being used in the US and may have less side effects than other anti-clotting drugs.

Leeches (Lintah) are probably the most misunderstood creatures in the world.

Classification & Relationships

Leeches are related to earthworms and lugworms (Oligochaetes), and bristle worms (Polychaetes). But unlike other worms they have a sucker at each end - one for feeding, the other for hanging on while they feed. They all belong to a group of legless invertebrates (animals without a skeleton) called Annelids - "anulus" is the Latin for "ring". This means that the body is divided into separate segments (which look like rings) connected by a continuous gut, a nerve and a blood vessel. They use external bristles (chaetae) to pull themselves along in a sort of concertina-like motion.

Not all worms are Annelids. Some belong to a group called Nematodes. Many nematodes are internal parasites, often living in the guts of mammals (including humans). Leeches are external parasites.

Habitat

European leeches live in fresh water and damp places. There are a few marine leeches living in the Atlantic Ocean which prey on fishes. They can also be commonly found in tropical rainforest such as the Amazon.

Movement

On the whole leeches do not have bristles, but their flattened body allows them to swim effectively in an undulating way. They lie in wait for a passing animal of the right kind and then home in on it. They can contract their bodies to become short and stubby, or extend them to become long and thin.

Feeding habits

Some leeches are blood-suckers, and attach themselves to the skin of animals at a place where blood vessels are near the surface.The mouth end has sharp jaws to cut through the skin of it host. They inject an anti-clotting substance to stop the blood coagulating (thickening) and feed until they are full. Then they drop off to digest their meal, but the puncture bleeds for a while afterwards.

The horse leech (Haemopis sanguisuga), which can be 30 cm long when extended, does not suck horses' blood, but feeds on earthworms, and decaying flesh.

Medical uses

The medicinal leech was used in medieval times in Europe for certain illnesses because doctors believed that sucking out some of their patient's blood helped them to recover. To do this they would apply a leech or two and let them feed. Surprisingly, leeches have come back into fashion for medical use. The anti-coagulant they secrete into a wound helps to stop a scab forming, preventing the skin from sealing over too quickly. This promotes healing from the inside outwards. This is especially important where very delicate repairs have been made to torn tissue.

Fancy having two or three leeches hidden under your bandages! In films about tropical rainforest adventures the tough guys are always removing leeches from their legs.

Additional reading:

An extract from “A Sanguine Attachment 2000 Years of Leeches in Medicine “ by Roy T Sawyer Managing Director, Biopharm. Encyclopedia Britannica INC.

The leech was indispensable in 19th Century medicine for bloodletting, a practice believed to be a cure for anything from headaches to gout. Leeching was largely abandoned as medical science advanced, only occasionally being called upon to treat bruising and black eyes. However, the medicinal leech is making a comeback in modern medicine thanks in part to the work of Dr. Roy Sawyer, an American scientist who established the world's first leech farm. Based at Hendy near Swansea, South Wales, Biopharm is home to over 50,000 leeches which are supplied to hospitals and research laboratories around the world.

Thousands of patients owe the successful reattachment of body parts to miraculous technological advances in plastic and reconstructive surgery; at least some of these operations might have failed if leeches had not been reintroduced into the operating room. The appendages reattached include fingers, hands, toes, legs, ears, noses and scalps.

The pioneering use of leeches in modern plastic and reconstructive surgery can be attributed to two Slovenian surgeons, M. Derganc and F. Zdravic from Ljubljana who published a paper in the British Journal of Plastic Surgery in 1960 describing leech-assisted tissue flap surgery (in which a flap of skin is freed or rotated from an adjacent body area to cover a defect or injury). These surgeons credit their own use of leeches to a Parisian surgeon, one Philippe-Frédéric, who reported in 1836 that he had used leeches to restore circulation following reconstruction of a nose.

The rationale behind the use of leeches in surgical procedures is fairly straightforward; nonetheless, it is subject to misunderstanding, even by clinicians. The key to success is the exploitation of a unique property of the leech bite, namely, the creation of a puncture wound that bleeds literally for hours. The leech's saliva contains substances that anaesthetise the wound area, dilate the blood vessels to increase blood flow, and prevent the blood from clotting.

Microsurgeons today are adept at reattaching severed body parts, such as fingers. They usually have little trouble attaching the two ends of the arteries, because arteries are thick-walled and relatively easy to suture. The veins, however, are thin-walled and especially difficult to suture, particularly if the tissue is badly damaged. All too often the surgeon can get blood to flow in the reattached arteries but not veins. With the venous circulation severely compromised, the blood going to the reattached finger becomes congested, or stagnant; the reattached portion turns blue and lifeless and is at serious risk of being lost. It is precisely in such cases that leeches are summoned.

Links

Selasa, 29 Januari 2008

Episod Ke Tiga

Kerja menyiapkan kolam simen untuk projek ternakan lintah telah dimulakan hari ini. Pekerja yang sepatutnya memulakan pembinaan kolam telah menarik diri di saat akhir disebabkan ada komitmen lain. Aku terpaksa mencari pekerja yang lain supaya pembinaan kolam ini tidak tertangguh lagi. Inipun sudah terlewat seminggu daripada perancangan asal.

Ayahku telah berjaya mendapatkan pekerja baru dan beliau memberi jaminan untuk memulakan kerja pembinaan pada hari ini juga. Kasihan ayahku, terpaksa bangun awal pagi untuk mendapatkan pengganti tersebut. Tukang tersebut merupakan kawan ayah aku (orang kampung aku) Pak Long Harun.

Pada sebelah petangnya aku pulang ke kampung untuk melihat kerja-kerja awal pembinaan kolam yang dijalankan. Pak Long Harun hanya berjaya menyiapkan 10% sahaja kerja ada pagi tu. Dia katanya ada hal lain yang perlu dibereskan pada sebelah petang. Dia akan dapat memberikan tumpuan yang penuh untuk projek aku mulai esok hari. Nak buat macam mana 'last minute' punya requirement.




Ini sahaja yang berjaya disiapkan pada hari pertama.

Masa yang terluang pada petang itu diisikan dengan sessi beramah mesra dengan lintah-lintah aku. Syukur Alhamdulillah, aku lihat lintah-lintah tu begitu cergas dan sihat-sihat belaka. Aku perhatikan banyak juga ketulan telur yang melekat pada akar pokok keladi bunting dalam kolam tangki. Maaf gambar (telur) tak dapat aku tunjukkan pada kali ini.



Berani anak jantan abah ni... Jaga2 Adik, lintah dah nak hisap darah tu...


Induk lintah yang sihat dan cergas



Benih lintah berenang dengan penuh lemah gemalai

Sessi petang itu berakhir sebaik sahaja hujan turun. Aku kembali ke rumah di Sungai Petani dan sampai menjelang azan maghrib. Besok aku akan kembali lagi untuk memastikan pembinaan kolam berjalan dengan lancar. Harap-harap dinding kolam dapat disiapkan menjelang petang. Jumpa lagi.

Apa Yang Kita Perlu Tahu




FAKTA: Lintah

  • Lintah adalah haiwan kumpulan cacing annelida
  • Sekumpulan dengan cacing tanah dan lebih maju berbanding cacing pipih dan bulat.
  • Terdapat kira-kira 500 spesies lintah. Saiz biasa adalah 50 milimeter dan boleh mencapai 30 sentimeter.
  • Secara umum, lintah berbadan leper, mempunyai 34 gelang dan penghisap pada kedua-dua belah hujung.
  • Mendapat oksigen melalui kulit yang lembap. Jika air kurang oksigen, lintah akan timbul ke permukaan.
  • Lintah hidup di kawasan panas yang terlindung dan kurang pengaruh air berarus. Kedalaman paling sesuai adalah dua meter.
  • Lintah yang bukan parasit tidak suka cahaya, bersembunyi di bawah batu dan tumbuhan akuatik. Sesetengah spesies aktif pada waktu malam.
  • Lintah tidak suka dasar bertanah liat atau air yang nilai kapur rendah (air masam).
  • Kebanyakan lintah di tropika hidup di darat, manakala di Amerika Utara, kebanyakan dijumpai dalam air tawar dan laut.
  • Lintah mempunyai dua kumpulan, arhynchobdellida dan rhynchobdellida.
  • Arhynchobdellida mempunyai mulut besar, sebahagian besar akuatik atau amfibia, perenang yang kuat, pemangsa dan penghidap darah.
  • Rhynchobdellida mempunyai mulut seperti liang kecil dengan penghisap dan kebanyakan parasit luar.
  • Lintah yang ada rahang bergigi pada penghisap anterior melekap pada mangsa, mengeluarkan bahan anti pembekuan darah (hirudin).
  • Lintah tanpa rahang bergigi dan tiada penghisap, melekap pada mangsa, menggunakan jarum kecil untuk menusuk mangsa, mengeluarkan enzim (hemetin) yang mencairkan darah beku mangsa.
  • Lintah adalah hermapordit (jantan dan betina dalam satu badan), tetapi perlu mengawan untuk membiak. Kedua-dua lintah akan menyalurkan sperma ke badan pasangan.
  • Lintah akan melepaskan gigitan selepas darah yang dihisap mencukupi.
  • Lintah boleh menghisap darah lima kali melebihi berat badannya.
  • Lintah pertama digunakan dalam perubatan adalah kira-kira 1,000 SM. Kemungkinan pada era purba India.
  • Wales pernah pada suatu ketika adalah kawasan mengumpul lintah utama Eropah.
  • Lintah dikutip dengan cara pengumpul berdiri dalam tasik atau kolam dan apabila lintah melekat di kaki, mereka mencabut dan disimpan dalam bakul untuk dijual. Kini sesetengah spesies lintah adalah haiwan terancam.

Kirimkan Maklumbalas Dan Komen Anda

Name:
Email Address:

This HTML form was created by Freedback.
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.